Bukit Intan Jaya

Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan info dan penawaran menarik 0818 0738 8133

Bukit Intan Jaya

Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan info dan penawaran menarik 0818 0738 8133

Bukit Intan Jaya

Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan info dan penawaran menarik 0818 0738 8133

Bukit Intan Jaya

Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan info dan penawaran menarik 0818 0738 8133

Showing posts with label Solar Panel. Show all posts
Showing posts with label Solar Panel. Show all posts

Monday, June 13, 2016

Berapa Biaya Pasang panel surya ? Jual Panel Surya | Panel Surya Glodok

081318007825 / 081807388133 Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat,harga pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik kian terjangkau. Dengan biaya yang terjangkau ini, pemasangan panel surya bahkan bisa dilakukan untuk skala rumah tangga.

Berapa biaya pasang panel surya?
Salah satu anggota Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap (PPSLA), Nur Pamudji mengungkapkan, saat ini sudah banyak perusahaan yang menawarkan produk-produk panel surya baik perusahan lokal maupun produsen di luar negeri.

"Biayanya sekitar US$ 1-2 per (Rp 14.000-24.000) Watt Peak (WP). Itu harga alatnya saja, panel surya dengan inverter-nya saja,"

Ada pun biaya pemasangan, kata dia, sangat bergantung dengan tingkat kesulitas atap yang akan dipasangi panel surya itu sendiri. Semakin curam posisi atap semakin sulit untuk dipasang.

"Kalau ditotal-total dengan biaya pasangnya sekitar US$ 1,95-2,95 (Rp 27.300-41.300) per WP," sambung mantan Dirut PLN ini.

Untuk skala rumah tangga, pemasangan panel surya bisa disesuaikan deng kebutuhan listrik harian di masing-masing rumah. Nur Pamudji sendiri mencontohkan, panel surya yang dipasang di rumahnya adalah sekitar 4.000 WP.

"Kebetulan yang saya pakai harganya US$ 1 (Rp 14.000) per WP. Kalau ditambah dengan ongkos pasang jadi sekitar US$ 1,95 per WP. Jadi kalau ditotal 4.000 WP tinggal ditotal saja," jelas dia.

Wednesday, March 2, 2016

Bagaimana bikin listrik di rumah pakai solar panel

081318007825 / 081807388133 Menggunakan listrik dari tenaga surya di rumah? Wah menarik juga, tapi bukankah itu solusi yang mahal? Kan, PLN sudah menyediakan listrik yang lumayan murah. Lalu apa untungnya buat saya kalau menggunakan listrik ‘buatan sendiri'?

Semua tergantung dari kebutuhan yakni digunakan untuk apa PLTS ( pembangkit listrik tenaga surya ) yang kita pasang. Jika untuk mengcover seluruh peralatan rumah tangga pada umumnya saat ini, memang masih dapat dibilang kurang terjangkau dan sesuai.
Saat ini untuk menggunakan PLTS, perlu dibuatkan skala prioritas terlebih dulu. Dan berikut beberapa pertanyaan mendasarnya.
  1. Dimanakah saya tinggal ? Jika tidak ada atau akses PLNnya kurang baik (listrik PLN sering mati), PLTS bisa menjadi salah satu solusi sebagai sumber energi.
  2. Nah, bagaimana jika akses PLNnya sudah baik? Tentunya, untuk biaya jangka pendek, penggunaan PLN masih lebih murah sehingga jika kalkulasi biaya sebagai tujuan untuk mendapatkan yang lebih "murah", nampaknya PLTS masih belum dapat menjadi solusi karena PLTS masih bersifat investasi dimana membeli listrik beberapa tahun ke depan untuk dikonsumsi saat ini.
Apa keuntungan menggunakan listrik dengan solar panel?
  • Mengurangi biaya listrik jangka panjang (inget loh, kita kan pakai listrik seumur hidup!)
  • Mengurangi ketergantungan pada listrik dari batubara (horeee...emisi karbon saya turun!)
  • Menghindari dampak pemadaman saat harus mengejar deadline, sementara komputer tidak bisa dinyalakan :-)
  • Sedikit pamer ke teman-teman kita bahwa kita sudah bergabung dengan komunitas pengguna solar panel sedunia! (huhuuuyy..coolll..!!!)
  • Turut mengurangi pemanasan global karena sistem solarpanel menghasilkan energi yang ramah lingkungan yang tidak menyebabkan polusi.
Hmmm... tapi kenapa pakai solar panel sih?
Mayoritas listrik yang digunakan di Indonesia berasal dari pembangkit listrik dengan bahan baku batubara. Masalahnya, dari proses ini dikeluarkan banyak emisi karbon yang merupakan sumber terbesar penyebab terjadinya pemanasan global (global warming).
Sementara, permintaan kita untuk listrik makin hari makin besar. Coba lihat berapa alat di rumah kita yang tidak bisa berjalan tanpa listrik, dari lampu, telepon genggam, TV, hingga AC dan kulkas. Belum lagi penggunaan listrik yang boros. Akibatnya, pembangkit listrik kita tidak mampu lagi untuk memberikan listrik sebesar permintaannya. Makanya pemadaman makin sering terjadi.
Di sisi lain, kita kan tinggal di negara yang kaya akan cahaya matahari yang dibuktikan secara geografis letak Indonesia di Garis Khatulistiwa sekaligus sebagai Negara Tropis. Kenapa gak kita maksimalkan saja penggunaan cahaya matahari yang diberikan gratis oleh Tuhan?